Profil
PROFIL
KELOMPOK TANI BARONG MULYA
Desa Pusakamulya Kecamatan Kiarapedes
Kp. Legokbarong RT. 009 RW. 04 Desa Pusakamulya
Kecamatan Kiarapedes Kabupaten Purwakarta
2019
PROFIL
Kelompok Tani Barong Mulya
Desa Pusakamulya Kecamatan Kiarapedes
Kabupaten Purwakarta – Jawa Barat
Awal dibentuk
Tahun 2013 silam, Kuswara dan Solihin, berdiskusi untuk menggali kebutuhan masyarakat di Dusun Legokbarong. Kemudian mereka berdua mulai sering menemui warga, ngobrol, yang secara tidak langsung sambil melakukan wawancara.Hasil wawancara dengan sejumlah warga tersebut didapat beberapa keluhan, seperti kesulitan mendapatkan benih padi, kesulitan mendapat benih teh (stek), pemeliharaan teh tidak semudah dahulu, mungkin faktor suhu yang semakin panas.
Tidak adanya pengaturan keuangan yang baik, sehingga pada saat petani harus memupuk tanaman, uang yang diperlukan tidak tersedia, serta banyak lagi keluhan lainnya.
Beberapa kesimpulan terkumpul, diantaranya sebagai berikut:
Setelah melaksanakan pertemuan bersama warga, akhirnya disepakati untuk menjawab semua kebutuhan dan permasalahan tersebut akan dibentuk sebuah lembaga dan lembaga tersebut berbentuk Kelompok Tani. Solihin dan Kuswara mulai berdiskusi dengan Enjang Sugianto dan Edi Kusmana.
Beberapa kesimpulan terkumpul, diantaranya sebagai berikut:
- Mayoritas warga Dusun Legokbarong Desa Pusakamulya adalah petani dan buruh tani. Secara umum roda perekonomian warga bergerak di bidang pertanian.
- Adanya bantuan pemerintah yang datang ke Dusun tetangga menimbulkan kecemburuan, meskipun tercatat sebagai anggota Kelompok Tani di Dusun tetangga, namun warga Dusun Legokbarong masih kesulitan mendapatkan bagiannya, karena faktor geografis yang memang saling berjauhan antara satu dusun dengan dusun lainnya.
- Warga Dusun Legokbarong membutuhkan alat dan sarana pertanian seperti pupuk, benih padi, benih teh dan traktor, serta sarana produksi lainnya.
- Tidak ada lembaga lembaga bagi warga, khususnya petani yang bisa difungsikan sebagai alat untuk mengusahakan kebutuhannya.
- Tidak adanya ‘calo’ yang menghubungkan kepentingan warga petani dengan pihak luar, seperti Pemerintah, Perusahaan, Lembaga atau atau pihak lainnya.
Setelah melaksanakan pertemuan bersama warga, akhirnya disepakati untuk menjawab semua kebutuhan dan permasalahan tersebut akan dibentuk sebuah lembaga dan lembaga tersebut berbentuk Kelompok Tani. Solihin dan Kuswara mulai berdiskusi dengan Enjang Sugianto dan Edi Kusmana.
Oleh empat orang tersebut musywarah pembentukan kelompok tani dilaksanakan. Tapi hasil musyawarah tersebut dinyatakan kurang kuat untuk mengajukan SK dari Pemerintah Desa Pusakamulya, meskipun telah memberikan bukti musyawarah berupa Berita Acara (BA) daftar hadir dan dokumen pertemuan lainnya.
Dua kali musyawarah Pembentukan
Alasannya adalah pada saat pertemuan pertama tersebut tidak dihadiri oleh perwakilan dari Pemerintah Desa dan perwakilan dari Mantri Tani atau Balai Penyuluh Pertanian setempat.Oleh karena itu pertemuan kembali digelar, dengan dihadiri oleh Sekretaris Desa (Sekdes), Yanto Triasmarabudi sebagai perwakilan dari Pemerintah Desa serta Penyuluh Pertanian, Ai Sukaesih sebagai perwakilan dari BPP Kecamatan Kiarapedes.
Hari lahir dan asal-usul nama Barong Mulya
Hingga saat ini, musyawarah pembentukan kedua pada tanggal 20 September 2013 ini menjadi tanggal resmi lahirnya Kelompok Tani Barong Mulya.Nama Barong Mulya sendiri diambil dari nama belakang Dusun Legokbarong (Barong) dan nama belakang Desa Pusakamulya (Mulya), diusulkan oleh Kuswara sebelum dilaksanakan musyawarah pembentukan yang sah.
Maka setelah berjalan, Kelompok Tani banyak mengadakan pertemuan internal kelompok serta pertemuan terbuka dan mengundang pihak-pihak terkait sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. Misal ada masalah serangan hama, pengurus Barong Mulya mengundang ahli pengendalian hama dan perusahaan pestisida.
Kemudian saat di Dusun lain petani ‘dibagi’ benih padi dan pupuk, Barong Mulya mengundang Penyuluh dari BPP Kecamatan Kiarapedes untuk bermusyawarah bersama petani.
Tujuan
Kelompok Tani dibentuk untuk memenuhi sebagian kebutuhan warga yang mayoritas petani, kemudian mengurangi sedikit demi sedikit permasalahan yang telah lama menjadi kendala. Serta membantu warga dalam mewujudkan kesejahteraannya.Maka setelah berjalan, Kelompok Tani banyak mengadakan pertemuan internal kelompok serta pertemuan terbuka dan mengundang pihak-pihak terkait sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. Misal ada masalah serangan hama, pengurus Barong Mulya mengundang ahli pengendalian hama dan perusahaan pestisida.
Kemudian saat di Dusun lain petani ‘dibagi’ benih padi dan pupuk, Barong Mulya mengundang Penyuluh dari BPP Kecamatan Kiarapedes untuk bermusyawarah bersama petani.
Atau saat warga petani membutuhkan modal besar untuk usaha, Barong Mulya ikut serta dalam Program Badan Layanan Umum (BLU) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), berupa pinjaman dengan agunan pohon kayu.
Sedangkan untuk keperluan kecil, Barong Mulya mengadakan arisan yang selanjutnya diganti dengan tabungan kelompok. Tabungan tersebut dibagikan setiap menjelang lebaran (Idul Fitri).
Sedangkan untuk keperluan kecil, Barong Mulya mengadakan arisan yang selanjutnya diganti dengan tabungan kelompok. Tabungan tersebut dibagikan setiap menjelang lebaran (Idul Fitri).
Alternatif lain adalah pinjaman dengan cicilan pucuk teh di salah satu anggota Barmoel yang memiliki usaha pengolahan teh hijau yaitu Asep Rahmat Saleh Setiaji alias Zaenx.
Oleh karena itu, Barong Mulya menyokong Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Giri Pusaka Desa Pusakamulya dalam mengajukan program Perhutanan Sosial (PS).
Aktivitas terkini, budidaya Kopi Arabika Khas Purwakarta
Permasalahan besar yang dihadapi warga Desa Pusakamulya adalah keterbatasan lahan yang dimiliki untuk bertani. Meskipun mayoritas adalah petani, tetapi kepemilikan lahannya kecil-kecil, rata-rata sekitar 0,4 Ha per orang (Anggota Barong Mulya)Oleh karena itu, Barong Mulya menyokong Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Giri Pusaka Desa Pusakamulya dalam mengajukan program Perhutanan Sosial (PS).
Program ini memungkinkan petani menggarap hutan (Gunung Burangrang) untuk usaha tani, dengan durasi kerjasama mencapai 35 tahun, dengan luas maksimal per Kepala Keluarga (KK) 2 Ha.
Adapun komoditas yang bisa ditanam di Gunung Burangrang diantaranya adalah kopi, pala, cengkeh, manggis dan lain-lain. Karena status Gunung Burangrang sebagai hutan lindung, maka petani hanya bisa menanam dan memanen buahnya saja, sedangkan pohon atau kayunya tidak bisa dimanfaatkan oleh petani.
Adapun komoditas yang bisa ditanam di Gunung Burangrang diantaranya adalah kopi, pala, cengkeh, manggis dan lain-lain. Karena status Gunung Burangrang sebagai hutan lindung, maka petani hanya bisa menanam dan memanen buahnya saja, sedangkan pohon atau kayunya tidak bisa dimanfaatkan oleh petani.
Visi
Mewujudkan kesejahteraan bersama, masyarakat petani di Desa Pusakamulya.Awalnya:
Mewujudkan kesejahteraan bersama warga Dusun Legokbarong, Desa PusakamulyaMisi
- Membangun komunikasi aktif dengan petani Desa Pusakamulya dan seluruh stakeholder.
- Menerapkan sistem agribisnis secara bertahap.
- Ikut serta dalam program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah
- Mendukung aktivitas positif warga dan petani, dengan tujuan kemandirian
- Memanfaatkan teknologi
- Melakukan regenerasi petani
- Pendidikan berkelanjutan
DATA DASAR
- Nama Kelompok Tani: Barong Mulya
- Alamat Sekretariat: Gg. Masjid Jami Al-Makmur, Kp. Legokbarong RT. 009 RW. 04 Desa Pusakamulya Kecamatan Kiarapedes Kabupaten Purwakarta. Kode Pos: 41175
- Telepon: (+62) 081909370109
- Tanggal pendirian: 20 September 2013
- Kelas: Lanjut
- Pengukuhan Camat: 520/116.04/2016
- SK Kepala Desa: 007/SK-KT/IX/2019 (SK Kepengurusan terbaru)
- Site/blog: barongmulya.blogspot.com
- e-mail: barongmulya5@gmail.com
- Media Sosial: Halaman Facebook Kelompok Tani Barong Mulya (@barongmulya)
STRUKTUR ORGANISASI
- Pelindung : Kepala Desa Pusakamulya (ex-officio)
- Ketua : Enjang Sugianto
- Sekretaris : Saepudin
- Bendahara : Koko Ahmad Kohar
Seksi-seksi
- Saprodi : Pian Ahmad Sopian
- Produksi : Solihin dan Dedeng
- Agroindustri : Asep Rahmat Saleh Setiaji (Zaenx)
- Pemasaran : Wulan Astuti, SP., (Dusun Cikubang)
- Penunjang : Saepudin (Dusun Parakanceuri)
DAFTAR ANGGOTA
Berikut ini adalah daftar anggota Kelompok Tani Barong Mulya yang bergerak khusus dalam budidaya kopi. Dari 81 anggota, 30 anggota berikut telah diverifikasi dan layak dicantumkan, karena aktivitas penanaman kopinya sudah berjalan dengan serius.NO, NAMA, ALAMAT
- Asep Rahmat S. Setiaji, Legokbarong RT/RW: 9/4
- Pian Ahmad Sopian, Legokbarong, RT/RW
- Dedeng, Legokbarong RT/RW: 9/4
- Enjang Sugianto, Legokbarong RT/RW: 9/4
- Saepudin, Parakanceuri RT/RW: 17/7
- Tono, Legokbarong RT/RW: 8/4
- Heri Hasan Ashari, Legokbarong RT/RW: 9/4
- Eeb, Legokbarong RT/RW: 9/4
- wawan setiawan, Legokbarong RT/RW: 9/4
- Koko Ahmad Kohar, Legokbarong RT/RW: 9/4
- Ana ruhyana, Legokbarong RT/RW: 9/4
- Rudi Hartono, Legokbarong RT/RW: 10/5
- Kuswara, Legokbarong RT/RW: 9/4
- Ali mukti, Legokbarong RT/RW: 8/4
- Saepudin, Legokbarong RT/RW: 9/4
- Yayat Hidayat, Legokbarong RT/RW: 9/4
- Solihin, Legokbarong RT/RW: 9/4
- Dede warsid, Pasirmuncang 15/6
- Wulan Astuti,
- Suji, Legokbarong RT/RW: 9/4
- Hasan sidik,
- Rizki ilman mubarok, Parakanceuri
- Edi ahmad juhaedi,
- Ginggi, Parakanceuri
- Surwenda, Legokbarong RT/RW: 8/4
- Odang, Pasirmuncang 15/6
- Naryo, Pasirmuncang 15/6
- Edih, Pasirmuncang 15/6
- Adi paryono, Legokbarong RT/RW: 8/4
- Imam ginastiar, parakanceuri, 17/7
POTENSI LAHAN
Desa Pusakamulya terletak di Kecamatan Kiarapedes, berada di sebelah utara Gunung Burangrang. Memiliki potensi lahan kopi seluas kurang-lebih 200 hektar, namun hingga bulan Oktober 2019, baru 33 hektar yang sudah digarap atau ditanami oleh Petani Barong Mulya.Secara administratif berikut adalah wilayah yang berbatasan dengan Desa Pusakamulya:
- Utara: Desa Kiarapedes
- Barat: Desa Babakan, Desa Cibeber
- Selatan: Gunung Burangrang
- Timur: Desa Parakan Garokgek dan Desa Cipancar
PETA DESA PUSAKAMULYA
POTENSI PRODUKSI
Kelompok Tani Barong Mulya saat ini sedang mengusahakan budidaya kopi, terutama Kopi Arabika, karena faktor harga yang relatif lebih tinggi dibanding jenis kopi lainnya. Jenis kopi lain yang ada dan tumbuh di Desa Pusakamulya diantaranya adalah robusta, liberika dan excelsa.Untuk penanaman kopi, Barong Mulya memiliki potensi lahan seluas 200 hektar, namun baru digarap seluas 30 hektar. Sedangkan komoditas lain yang diusahakan oleh petani di Barong Mulya diantaranya adalah teh, cengkeh, padi dan manggis, ditanam secara tumpang sari (kecuali padi) di dengan lahan sekitar 30 hektar.
Produk yang dihasilkan oleh Kelompok Tani Barong Mulya diantaranya adalah:
- Kopi, dalam bentuk cherry, greenbean, roastbean. Paling utama adalah roastbean karena memiliki margin lebih tinggi. Pemasar utama bernama Wulan Astuti (Cikubang) bersama Saepudin (Parakanceuri)
- Teh hijau, dijual dalam bentuk pucuk basah. Kecuali anggota bernama Ucut Sulaeman yang menjual teh gelang dan Asep Rahmat Saleh Setiaji (Zaenx) yang menjual teh hijau dalam bentuk kering (pabrik pengolahan teh hijau).
- Benih teh TRI, biasa disebut stek. Diproduksi oleh Bapak Ucut Sulaeman.
- Benih Pala, Cengkeh, Manggis, Pete dan sengon. Diproduksi oleh Solihin.
- Teh hijau kemasan, diproduksi bersama Zaenx, Pian Ahmad Sopian dan beberapa anggota lain.
- Cengkeh, dijual basah atau kering ke bandar setempat atau bandar lain di luar Desa Pusakamulya.
- Manggis, dijual di bandar setempat atau bandar dari luar Desa.
- Padi, kebanyakan diproduksi untuk dikonsumsi sendiri, sisanya dijual kepada bandar setempat.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
KOPI
Meminum kopi asli yang sehat, berkualitas dan hemat, mulai dari diri petaninya sendiri. Buat variasi penyajian dan membuat resep seduhan sendiri.
Ujung tombak pemasaran, sedang mengikuti Festival Bandung Lautan Kopi 2019. Produk yang dibawa, kopi arabika, robusta, liberika dan simping kopi.
Saepudin dari Parakanceuri meluncurkan produk yang telah diroasting, dengan merk Kopi Gunung Sunda.
Seorang petani berkonsultasi mengenai pemupukan pada tanaman kopi kepada petugas dari PT. Pupuk Kujang.
Imas Indriyani, penyuluh pertanian, sedang memotret bunga kopi robusta saat berkunjung ke Barong Mulya.
Sepulang dari Penas Aceh 2017, dan mempelajari budidaya serta pemasaran kopi arabika. Keputusan diambil untuk mulai serius Barong Mulya menanam kopi arabika.
Sentot, Kasi Produksi Bidang Perkebunan dan Hortikultura Dispangtan Purwakarta, berfoto di dekat pohon kopi liberika setinggi 8 meter, di Barong Mulya.
Kopi arabika roastbean (telah disangrai) harga jualnya lebih menguntungkan.
Akhir tahun 2017, Gubernur Provinsi Jawa Barat meluncurkan 3 klon kopi arabika baru yang menjadi ciri khas kopi Jawa Barat. Poktan Barong Mulya turut serta dalam launching tersebut.
Mulai menemui kedai-kedai dan kafe, untuk mencari tahu kopi seperti apa yang dicari. Agar petani mudah menjual kopinya, jika produk tersebut telah sesuai kualifikasi yang diinginkan pasar.
Merasa sangat bangga saat penyuluh, Kasi dan Kepala Penyuluh dari Dispangtan Kabupaten Purwakarta hadir di lahan yang sedang ditanami kopi oleh Petani Barong Mulya, padahal medannya sangat berat.
Tahun 2014, Ketua Barong Mulya telah menanam kopi arabika, percobaan, di lahan yang ketinggian 700 mdpl (tidak sesuai). Setelah berbuah mengajak pemuda untuk datang ke kebun, menantang lomba memetik sampai mengolah dan meracik seduhan kopi.
Meminta bantuan Klinik Perkebunan untuk mengatasi hama ulat dan karat daun pada tanaman kopi.
CENGKEH
Solihin, penangkar cengkeh, manggis, pala di Barong Mulya. Benih yang diproduksi berkualitas sangat baik, tidak asal tumbuh.
Kepala Penyuluh Kabupaten Purwakarta, bersama petani Barong Mulya yang sedang menyiram benih cengkeh. Saat itu kemarau panjang.
Cengkeh, salah satu komoditas tahunan yang paling diandalkan petani Barong Mulya
TEH
Barong Mulya mengemas teh hijau, tahun 2016. Sekarang hadir dengan kemasan.
Mulai mengenalkan teh hijau Barong Mulya (merk Hasanah) di BPP Kiarapedes.
Petani Barong Mulya ikut HKP Karawang 2016. Saat Purwakarta memboyong dua gelar.
Pinjaman tunda tebang (BLU) didominasi petani Barong Mulya yang sudah tua dan memiliki pohon kayu di kebunnya.
Minta bantuan Balai Benih Perkebunan Jawa Barat, untuk diajari cara menangkar benih kopi. Kebiasaan menanam benih cabut ternyata beresiko dalam jangka panjang.
Mengajak remaja dan pemuda untuk ikut kegitan Wirausaha Baru Perkebunan Jawa Barat, agar hasil budidaya petani dibantu pemasarannya oleh para pemuda.
Mengajak remaja dan pemuda beraktivitas di kebun, agar mereka terbiasa dengan lingkungan pertanian. Banyak pemuda yang enggan ke kebun dan kurang aktivitas yang terjerumus ke dalam aktivitas kriminal seperti narkoba, miras dan pencurian.
Berkunjung ke kediaman Bapak Nu’man Abdulhakim, mantan Gubernur Jabar, Ketua HKTI Jawa Barat, 2018. Konsultasi mengenai lahan terbatas yang dimiliki petani di Barong Mulya, solusinya lahan hutan bisa ditanami kopi oleh petani.
Ikut serta memeriahkan Agustusan 2019, bersama Dispangtan Purwakarta.
Pertemuan kelompok secara rutin, mampu menangani beberapa masalah yang dihadapi petani.

